Mpok Tunggal

Orang yang pernah ke Sundak atau Siung pasti tidak akan susah menemukan pantai ini. Letaknya hanya beberapa kilometer ke timur dari pos retribusi Pantai Indrayanti. Di tepi jalan anda akan menemukan jalan masuk kecil dengan papan bertuliskan Pantai Mpok Tunggal. Jalannya belum diaspal, hanya diberi semen dua lajur yang hanya pas untuk satu mobil. Pastikan kendaraan yang anda bawa dalam keadaan fit sebab beberapa ruas bahkan belum disemen.

Selintas pantai ini seperti dreamland yang di Bali. Bedanya di sini tidak ada resort dan pantainya lebih terbuka. Juga minus laguna yang membagi bukit dreamland menjadi dua. Karena dikelola oleh penduduk setempat, biaya parkir kendaraannya tidak semahal dreamland. Sekali parkir motor hanya dikenai bea dua ribu rupiah.

Tentu di sini belum ada pertokoan. Hanya ada sebuah warung dan sebuah lapak penjual es di sebelah barat. Sisi timur lebih semarak. Tampak beberapa warung dan payung-payung besar warna-warni yang ditancapkan berderet di hamparan pasir pantai.

Seperti “saudara-saudaranya” di sepanjang pantai selatan Yogyakarta, pantai Mpok Tunggal masih menyisakan karang-karang bekas “kejayaan” masa lalu. Memang taman karang tersebut sudah lama mati, sekarang yang tersisa hanya hamparan datar berlubang yang diisi oleh bintang laut hitam-putih yang langsing dan ditumbuhi oleh rumput laut. Jika air sedang surut, lubang-lubang tersebut akan berubah menjadi perangkap bagi ikan-ikan juvenile.

Penduduk sekitar agaknya pandai membaca peluang. Beberapa orang menjajakan serok kecil warna-warni untuk menangkap ikan. Mereka menancapkan dagangannya sepanjang pantai, menunggu pembeli.

Booming pantai Gunung Kidul agaknya masih belum berakhir. Akan ada Mpok Tunggal-Mpok Tunggal lain. Akan lebih banyak lagi pantai yang akan diberi nama dan dieksploitasi. Semua demi mengobati rasa haus manusia kota yang haus petualangan, yang akan sangat bangga jika bisa bercerita pada teman-temannya tentang tempat-tempat baru yang belum dijamah manusia. Mungkin sepuluh atau dua puluh tahun lagi booming ini akan usai, ketika orang-orang sudah kehabisan pantai untuk dinamai.

5 pemikiran pada “Mpok Tunggal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s