My Travel Gadgets

Saya bukan tipikal traveler yang suka bawa banyak tetek bengek ketika bepergian. Sukanya yang sederhana saja. Setiap kali jalan, seringkali bawaan saya cuma sebuah ransel tiga puluh liter yang cuma cukup untuk memuat beberapa helai pakaian, sebuah buku tulis, beberapa buku bacaan, dan piranti paling penting bagi experience buyer traveler macam saya; kamera. Read More

Film: Im Juli (2000)

Apakah anda pernah meragukan keberadaan takdir, khususnya dalam hal percintaan? Jika jawabannya “ya, tentu”, sepertinya anda perlu menonton film ini. Judulnya “Im Juli”. Film buatan Jerman karya sutradara Fatih Akin yang jika terjemahkan ke dalam Bahasa Inggris berarti “In July”.

Komedi romantis ini bercerita tentang sepenggal kisah hidup Daniel dan July. Daniel adalah seorang mahasiswa sekolah guru, yang tentu saja setelah lulus akan jadi guru, dan July adalah seorang gadis cantik berambut dreadlock yang diam-diam menaruh perasaan terhadap Daniel dan secara rahasia selalu mengamatinya dari balik meja lapak cincinnya setiap kali Daniel lewat ketika pulang praktek(?) Read More

Book: The Naked Traveler 2

Anda yang pernah membaca The Naked Traveler pasti menantikan buku Trinity selanjutnya. Inilah dia buku kedua, yang tak kalah seru dariprekuelnya: The Naked Traveler 2 (TNT2). Jika buku yang pertama kebanyakan bercerita tentang masa-masa jaya ketika Trinity masih muda, yang kedua ini dipenuhi oleh cerita-cerita ketika dia mengambil S2 di Filipina.

TNT2 lebih tebal dari yang pertama dan terdiri dari delapan bab. Tiap bab merangkum cerita-cerita satu tema. Walaupun semua ceritanya unik, tapi ada satu bab yang paling menarik. Setidaknya menurut penilaian saya.

Judul babnya “Belajar Dari Sini”. Isinya ya seperti judulnya, rangkuman catatan perjalanan yang sarat akan informasi, tips, dan trik berharga yang bisa digunakan ketika kita jalan-jalan. Mulai dari Read More

Book: Selimut Debu

Buku keren memang selalu susah untuk diresensi, seperti buku ini. Pembaca setia rubrik petualang di kompas.com tentu telah akrab dengan nama Agustinus Wibowo. Penulis serial Titik Nol. Pemuda asal Jawa Timur ini adalah seorang alumnus sebuah universitas di Beijing yang melakukan perjalanan darat lintas Asia tanpa henti sejak 2005. Seorang diri dia melewati Tibet dan tempat-tempat berbahaya lain di Atap Dunia. Buku ini menceritakan fragmen perjalanannya selama di negeri Taliban, Afghanistan.

Afghanistan dalam kepala Agustinus sebenarnya tidak jauh berbeda dengan bayangan kita; penuh ranjau, perempuannya memakai burqa, dipenuhi Taliban, markas Osama bin Laden, dan hal-hal buruk lain. Namun yang berbeda adalah dia mempunyai keinginan untuk mengetahui “Bagaimana, sih, sebenarnya?” Read More

Book: Backpacking Hemat ke Australia

Backpacking Hemat ke Australia

Pengarang : Elok Diah Messwati

Editor : Arief Hendarto

Genre : Memoir, Travelogue

Penerbit : Backpacker Dunia

Tahun Terbit : 2009

Cetakan Ke-I: Oktober 2009

Tebal Halaman: xii + 209 halaman

Walaupun belum pernah ke luar negeri, setiap kali ingat Australia saya selalu terbayang film “Gone: Trip of A Lifetime” atau “Wolf Creek”. Film-film thriller yang bersetting di Australia. Saya selalu membayangkan kalau benua itu liar dan dihuni oleh banyak pembunuh berantai. Imajinasi saya itu diperkuat oleh fakta bahwa pada mulanya Australia dijadikan tempat pembuangan penjahat-penjahat Eropa. Dan katanya jalan-jalan ke Australia itu mahal sekali. Backpacking ke Australia? Ntar dulu deh! Read More

Book: Negeri Van Oranje

Negeri Van Oranje

Pengarang : Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, Rizki Pandu Permana

Editor : Gunawan B.S

Genre : Fiksi, Memoir, Travelogue

Penerbit : Bentang Pustaka

Tahun Terbit : 2009

Cetakan Ke-IV : Agustus 2009

Tebal Halaman: viii + 478 halaman

Agak telat mungkin untuk menulis review buku ini karena di sampulnya sudah tercetak label “Best Seller”. Oke. Buku ini menceritakan sepotong fragmen kehidupan lima orang mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di negerinya Willem Van Oranje, Belanda, yang kebetulan bersinggungan selama beberapa waktu. Read More

Pecinta Alam Yang Mati Muda

Siapa anak muda sekarang yang tidak kenal sama Soe Hok Gie. Pemuda harapan bangsa yang mati muda. Populer, mungkin lebih tepatnya kembali populer, semenjak sosoknya difilmkan dalam Film “Gie”. Tak tanggung-tanggung, yang berperan sebagai Gie adalah Nicholas Saputra.

Tanggal ini 40 tahun yang lalu Gie kembali ke haribaan Yang Maha Kuasa. Sehari menjelang usianya 27 tahun pemuda itu meregang nyawa di puncak abadi para dewa, Mahameru. Gie memang pernah menulis kira-kira begini dalam diarinya; “Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan, yang kedua adalah dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah yang mati tua.” Mudah-mudahan dia nyaman dengan nasibnya. Read More

STOP, Jika Kamu Tersesat

Banyak yang bilang kalau ikut organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) tidak ada gunanya. Bahkan ada sebagian orang yang dengan kejam memelesetkan kepanjangan Mapala menjadi Mahasiswa Paling Lama. Ya, yang dimaksud adalah mahasiswa yang lulus kuliahnya paling lama. Walaupun yang di kalimat terakhir ini tidak sepenuhnya benar. Read More

Book: How The World Makes Love

How The World Makes Love

Pengarang : Franz Wisner

Translator: Berliani M. Nugrahani

Editor : Anton Kurnia

Genre : Komedi Cinta, Travelogue

Penerbit : Serambi

Tahun Terbit : 2009

Cetakan Ke-I : Juni 2009

“Saat kau jatuh cinta, batu pun akan terasa manis”

-Seorang pria Mesir

Anda pasti masih ingat dengan Franz Wisner sang pengarang “Honeymoon with My Brother”. Dia mengukuhkan diri sebagai pecundang cinta profesional dengan menelurkan buku keduanya; “How The World Makes Love.” Read More