Mengejar Kereta menuju Bangkok

“Nggak ditelepon aja?” usul Nyonya saat kami duduk menghampar di depan Warm Bed sekitar jam 6 pagi, 24 Desember 2018. Warna langit mulai memucat. Hanya bintang-bintang paling keras kepala yang masih bertahan di atas sana.

Dia mulai khawatir. Setengah jam ditunggu, tuk-tuk yang semestinya menjemput kami tak datang-datang. Sementara, menurut jadwal, dalam satu jam, jam 7 pagi, minivan akan mulai menggulirkan roda, dengan kami atau tanpa. Naik minivan jam 7, kami akan tiba di Poipet sekitar jam 10 dan punya waktu yang longgar sekali untuk melewati imigrasi Kamboja dan Thailand.

Read More

Naik Bus dari Bangkok ke Siem Reap

Mulut stasiun MRT seberang Hua Lamphong belum buka saat kami tiba. Langit memang masih kelam. Pagi sekali masih. Puncak wat yang runcing di sebelah sana tampak anggun diterpa lampu sorot dari bawah. Dari tempat saya memandang, bangunan spritual itu menyempil di antara gedung-gedung bertingkat dan ruko-ruko yang menyimbolkan hal-hal material.

Yang lalu-lalang di jalanan sekitar Hua Lamphong masih mereka-mereka yang mendamba rezeki pagi. Masih belum waktunya bagi para pekerja berkerah untuk bergerak ke kubikel masing-masing.

Read More

Menyeberang ke Thailand

Tuk-tuk Kamboja agak beda dari yang beredar di Thailand. Alih-alih menyerupai bajaj, moda transportasi itu akan lebih tepat jika digambarkan sebagai versi lebih panjang dari delman-delman yang lalu-lalang di Pantai Parangtritis. Hanya saja, bukan kuda hidup yang menarik gerobaknya, tapi kuda Jepang.

Sasis gerobaknya tampak agak jauh dari kata solid. Viar atau Tossa masih lebih baik. Lewat jalan yang kurang mulus, gerobak tuk-tuk itu akan bergoyang heboh memproduksi bunyi yang mungkin saja bisa disalah kaprah sebagai suara kerincing logam di tepian tamborin.

Read More

Naik Kereta dari Thailand ke Malaysia

Bis itu berhenti dekat Pos Imigrasi Poipet, Kamboja. Saya masih terkekeh mengingat lelucon si Milad. Si botak berkacamata mirip gitaris System of a Down itu tadi memamerkan paspornya.

“Kadang petugas imigrasi curiga lihat pasporku. Soalnya fotonya beda sama penampilanku sekarang,” ia mengelus-elus kepala plontosnya. Di paspor, ia berambut tapi tak berjanggut. Sekarang berjanggut tapi tak berambut. “Jadi aku balik saja paspornya, terus bilang: ‘Nih saya yang sekarang.’”

Read More