Semalam di Dalat

Seandainya bersikeras mencari hostel yang direkomendasikan J, barangkali saya akan berakhir di jalanan itu malam.

Maka saya biarkan insting menuntun entah ke mana. Masih pagi. Saya masih punya banyak waktu untuk menemukan akomodasi yang sesuai. Kaki saya pun kemudian melangkah ringan menelusuri jalanan Dalat, lewat pertokoan, jalan yang mendaki-menurun, memapas bangunan-bangunan tua, sampai akhirnya tiba di pusat keramaian Dalat: bundaran dekat Cho Da Lat (Pasar Dalat).

Read More

Perjalanan ke Dalat

Pagi ketiga di Hoi An, saya kembali menelusuri tepian Sungai Thu Bon. Jalanan berlapis aspal itu menghitam, basah, sebab sepanjang malam diguyur hujan. Cahaya yang terpancar dari langit kelabu bikin bangunan-bangunan tua itu tampak sendu, sesendu nakhoda-nakhoda perahu yang sedang menantikan penumpang pertama mereka hari itu.

Hoi An tak lagi menjadi kota mimpi. Ia sudah takluk pada kenyataan, menyerah pada keseharian.

Read More