Tag: Kathmandu

Jalan Panjang ke Pokhara

Bunyi weker digital menghentikan tidur saya yang lembam. Usai mematikan alarm, saya cek tablet. Ada pesan dari Nyonya. “Hati-hati, ya,” tulisnya. Semalam saya kasih kabar kalau saya akan naik bus jam 7 pagi ke Pokhara. “Di sana jam berapa sekarang?”

Kawan Baru dari Rosario

Kami keluar ke Jalan Raya Pashupatinath lewat rute yang berbeda. Yang ini lebih terjal dan lebih mungil. Jalan itu sama sekali tak sepi. Saya mesti terus berjalan di pinggir agar tak disundul sepeda motor yang terus saja muncul dari belakang.

Kathmandu dari Ketinggian

Saya baru bangun. Entah jam berapa, sudah siang yang jelas, tapi hawa masih bikin menggigil meskipun pendingin-ruangan kamar itu tak menyala. Ketika saya baru saja berhasil membebaskan diri dari kehangatan selimut tebal, sang pemilik hostel muncul dari balik pintu.

Dal Bhat

“Surya?” ujar salah seorang di antara dua pria Nepal itu sambil tersenyum dan mendekatkan batang rokok itu ke batang hidungnya. “Kami juga punya rokok Surya di sini.” Tapi namanya saja yang sama. Produsennya berbeda. Surya Nepal bukan keluaran Gudang Garam. Pria itu bercerita bahwa Surya … Lanjutkan membaca Dal Bhat

Karakoram

Dari jalan besar, Lily memasuki lorong sempit. Ezek dan saya mengikuti dari belakang. Yakety Yak, hostel yang ditemukan Lily dalam aplikasi, tersembunyi di salah satu sudut gang itu. Terbiasa melihat plang-plang yang dipasang tak beraturan di Jogja, saya serta-merta memasang mata lekat-lekat mencari tanda-tanda keberadaan … Lanjutkan membaca Karakoram

Menuju Thamel

Akhirnya saya menapakkan kaki di Bandar Udara Tribhuvan, Kathmandu. Di sebelah sana, pesawat ATR bernomor seri 9N-AJO sedang berbelok. Baling-balingnya sudah berputar kencang—dan nanti akan semakin kencang menjelang digeber di landasan pacu. Pesawat itu milik maskapai yang namanya barangkali paling spiritual: Buddha Air. Udara dingin … Lanjutkan membaca Menuju Thamel

Sepotong Himalaya

Sembari memasang sabuk keselamatan, kepala saya menoleh ke jendela mungil pesawat. Rona pagi memenuhi langit. Halimun tipis mengambang di apron. Sementara itu, di dalam kabin para awak mulai lalu-lalang menutup kompartemen bagasi. Suara “klak!” bersahutan. Gerak mereka membuat udara dipenuhi aroma elegan. Kemudian pintu pesawat … Lanjutkan membaca Sepotong Himalaya