Menuju Hanoi

Dengan perut penuh bánh tráng nướng, saya kembali ke hostel. Penat dan kenyang dan selimut hangat membuat saya cepat sekali tertidur. Pulas sekali tidur saya malam itu sampai-sampai mimpi tak kuasa unjuk gigi.

Begitu bangun, saya mendapati kamar dormitori sepi itu kedatangan orang baru. Mukanya, kalau dilihat sekilas, tipikal orang Filipina atau Thailand. Tapi bisa jadi pula bukan kedua-duanya. Ketimbang penasaran, lebih baik saya bertanya: “Are you from the Philippines?”

Read More