Naik Bus Kecil dari Luang Prabang ke Điện Biên Phủ

Dari Luang Prabang, saya akan ke Sapa. Umumnya, untuk ke kota kecil di Vietnam bagian utara itu, para pejalan naik bus dari neraka (the bus from hell) ke Hanoi, terus menumpang bus atau kereta malam ke Lào Cai, lalu mencegat bus ke Sapa. Dari Hanoi, mereka juga bisa naik bus langsung ke kaki Gunung Fansipan itu.

Tapi bagi saya itu berputar-putar, sebab dari Sapa saya nanti akan turun lagi untuk menyusuri belati Vietnam sampai ke selatan. Jadi, saya coba cari alternatif lain.

Read More

Hari-hari di Luang Prabang

“Lucu, ya. Kau biasa makan soto (di negaramu), terus di sini makan omelet baguette. Kami (yang biasa makan omelet baguette) malah makan soto (rice noodle),” ujar T geli saat kami sarapan pertama di Luang Prabang, di sebuah warung selemparan batu dari pusat keramaian.

Memang lucu. Tapi, ya, beginilah manusia. Umumnya, ketika pergi ke tempat-tempat yang jauh dari rumah, orang akan lebih senang merasakan hal-hal yang jarang (atau bahkan mungkin tidak pernah) dijumpai di tempat asalnya.

Read More

Sleeper Bus dan Whiskey Lao Hangat di Luang Prabang

Selama di Luang Prabang, saya berbagi kamar inn dengan dua bersaudara dari Prancis, T dan B. T yang kurus, brewokan, dan berambut pirang setahun lebih tua dari saya. Sementara B, sang adik yang berambut hitam, usianya belum genap seperempat abad.

Perkenalan kami terjadi sore hari di Vientiane yang sepi, di bangku deretan belakang sebuah bis kota trayek Talat Sao-Northern Bus Station. Kala itu mereka baru tiba dari Thailand lewat gerbang Friendship Bridge, sementara saya sudah tiga hari di Laos.

Read More