1000 Tahun Lamanya

Saya dan kawan-kawan adalah sedikit di antara manusia yang turun ke dermaga Pelabuhan Nusa Penida sore itu tanpa baju putih, udeng, saput, dan kamen. Kami memang tak hendak beribadah, sekadar ingin pelesiran saja.

Lupa saya siapa yang melempar ide untuk kemping di Nusa Penida. Yang jelas akhirnya kami berangkat berempat. Rio dan Westi yang cari jalan. Mereka memang tinggal di Bali; saya dan Ucok hanya mampir. Mereka jelas lebih tahu Bali. Kami jadi pengikut yang baik saja. Soal tempat yang akan dituju, tempo hari mereka menyebut satu nama, tapi saya lupa.

Read More