Tahun Baru di Johor Bahru

Kami meninggalkan Bras Basah Complex lewat jalan lain yang lebih sempit ketimbang Bain St. Ada liukan sedikit yang membuatnya tampak lebih artistik.

Sisa-sisa petrikor bersekutu dengan aroma khas dapur restoran cepat saji, menguar, menggoreskan sesuatu pada pita memori. Di atas sana langit masih kelabu. Hujan rintik-rintik itu saya kira akan segera hilang—tapi tidak. Air malah kembali mengucur deras dari langit, memaksa kami berteduh di halte bus.

Read More

Bras Basah Complex

Dari Stasiun Nicoll Highway, kami jalan kaki menuju ABC Hostel. Merujuk aplikasi peta di ponsel Nyonya, penginapan itu tak jauh dari sana. Lokasinya di Jalan Kubor. Kami hanya perlu jalan kaki beberapa kilometer. Memang masih terlalu pagi untuk check-in. Tapi menemukan hostel itu sesegera mungkin rasanya lebih baik ketimbang terlalu lama luntang-lantung di jalan.

Kami menyeberangi perempatan beberapa kali. Setiap hendak menyeberang, kami mesti berdiri menunggu sampai lampu hijau untuk pejalan kaki menyala. Langkah saya ringan dan tak tergesa-gesa ketika menyeberang. Saya menikmatinya. Senang sekali rasanya mendapati penyeberangan-bersetrip itu benar-benar berfungsi.

Read More