Tak perlu ramai

Kenyataan bahwa pekarangan Goa Jomblang telah dikuasai perorangan membuat kami harus kemping agak jauh malam itu–di Pantai Wedi Ombo. Semua demi menemani Kukuh, teman kami yang selama sekitar setengah tahun ini bermukim dalam selimut halimun Dataran Tinggi Dieng, mengobati rasa rindunya terhadap tanah Gunung Kidul.

Ketika tiba, suara ombak bersahut-sahutan menyambut. Suara yang takkan pernah habis sampai nasib dunia tamat nanti, atau sampai saat Gunung Kidul kembali tertutup laut tenang sehingga garis pantai kembali bergeser. Kami memarkir motor di satu-satunya pondok penyedia jasa parkir di sana. Pondok itu hanya berpenerangan lampu teplok dan dijaga oleh seorang lelaki dan anjing kesepian bernama Temon. Wedi Ombo relatif lebih sepi dibandingkan pantai-pantai lain yang terletak lebih ke barat. Ditambah oleh belum masuknya sambungan listrik, malam hari di sana menjadi sunyi sebab satu-satunya keributan hanya berasal dari suara ombak.

Read More

Mpok Tunggal

Orang yang pernah ke Sundak atau Siung pasti tidak akan susah menemukan pantai ini. Letaknya hanya beberapa kilometer ke timur dari pos retribusi Pantai Indrayanti. Di tepi jalan anda akan menemukan jalan masuk kecil dengan papan bertuliskan Pantai Mpok Tunggal. Jalannya belum diaspal, hanya diberi semen dua lajur yang hanya pas untuk satu mobil. Pastikan kendaraan yang anda bawa dalam keadaan fit sebab beberapa ruas bahkan belum disemen.

Read More

Lamunan Gesing

Pesisir selatan Pulau Jawa dihiasi deretan pantai yang memanjang dari barat ke timur. Dari Gunung Kidul sampai ke ujung Jawa Timur. Tipikal pantai-pantai tersebut mirip; pantai pasir putih, dihiasi dengan karang dan perbukitan batugamping. Namun meskipun hampir serupa, masing-masing pantai memiliki keunikan tersendiri.

Sabtu lalu angin membawa Deli, Eka, dan saya ke Pantai Gesing yang terletak di Kecamatan Panggang, Gunung Kidul. Kami sebenarnya ingin mencari pantai tersembunyi bernama Wokudu, yang semalam ditemukan Deli ketika berselancar di internet. Pantai Wokudu yang masih jarang dijamah ini, menurut informasi, terletak sekitar satu kilometer dari Gesing. Entah ke barat, entah ke timur. Keterbatasan waktu menyebabkan pencarian kami hanya berakhir sampai Pantai Gesing.

Read More

Sunset Yang Tenggelam*

Walaupun sebenarnya belum pernah ada yang bertanya pada saya “Di manakah sunset terbaik yang pernah kau lihat?”, saya yakin akan menjawabnya dengan garukan di kepala. Bukannya bingung karena semua sunset menurut saya sama indahnya. Sebaliknya, menurut saya sunset itu di mana-mana sama.

Read More

STOP, Jika Kamu Tersesat

Banyak yang bilang kalau ikut organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) tidak ada gunanya. Bahkan ada sebagian orang yang dengan kejam memelesetkan kepanjangan Mapala menjadi Mahasiswa Paling Lama. Ya, yang dimaksud adalah mahasiswa yang lulus kuliahnya paling lama. Walaupun yang di kalimat terakhir ini tidak sepenuhnya benar. Read More

Langkah (15): Kutukan Malin Kundang

Alkisah, kapal Malin Kundang yang dikutuk menjadi batu itu terdampar di sebuah pantai landai yang indah. Pantai Air Manis (Pantai Aia Manih) namanya.

Karena ini cuma legenda dan yang perlu dicermati dari legenda hanya hikmahnya, jangan tanya apakah Malin dan kapal dagangnya itu karam dulu baru kemudian menjadi batu atau menjadi batu dulu baru karam. Yang jelas di sudut selatan Pantai Air Manis teronggok bongkahan batu yang membentuk kapal besar terbelah dua, plus sesosok manusia dalam posisi bersujud yang diklaim sebagai Malin Kundang si Durhaka. Read More